October 21, 2018

Monolog Rasa : Ranum

Ranum, dari manakah cinta itu datang? Dari langkah yang beriringan Dari waktu yang menjahit rasa Ranum, dari manakah rindu itu datang? D...
October 21, 2018

Monolog Rasa : Kuntum yang Rekah

Seperti nama mu, kau adalah kuntum yang rekah di semi yang teduh Ceria dan cerah itulah tipikal mu, selalu menyenangkan sesiapa pun yang ad...
October 21, 2018

Monolog Rasa : Tanpa Purnama

Hari ini ku lihat warna malam wajah mu tanpa purnama, ada yang linang dengan deras di pipi mu, angin membuat ujung anak rambut mu berayun-ay...
October 21, 2018

Paradoks : Man jadda laysa jadda

Man jadda laysa jadda Siapa yang bersungguh-sungguh belum tentu ia berhasil, kesungguhan bukanlah tolak ukur ia akan berhasil, sungguh-sung...
October 21, 2018

Monolog Rasa : Meski

Meski jarak memisahkan raga kita tapi ia tak mampu memisahkan rasa kita Meski waktu mengikis segala yang dilaluinya tapi ia tak bisa mengik...
October 21, 2018

Monolog Rasa : Aku ingin

Sudah ribuan kali aku menuliskan ini untuk mu, untuk mu dan hanya untuk Aku ingin membersamai mu di kehidupan saat ini, di kehidupan beriku...
October 21, 2018

Monolog Rasa : Stasiun Harapan

Aku menunggu mu di ujung stasiun harapan, tepatnya di peron penantian Ku harap kau segera datang, karena Kereta waktu sebentar lagi tiba ...
Powered by Blogger.